RSS

Kembali 2

Rukun pertama lailaha, telah dia nafikan dunia. Jiwanya sudah kebal. Meninggalkan atau ditinggalkan, tidak lagi menyemak di benak. Gelap atau cerah, tidak lagi dia khuatir. Dunia baginya tiada perasaan. Cintanya sudah layu nan lusuh. Bahagia baginya seksa orang kata. Yang penting dia tenteram, kehendaknya bukan dunia, hijab demi hijab kian terbuka.

Dia memasuki rukun kedua illallah. Segenap jiwanya bergabung dengan karamah Allah. Dia kian mabuk dan mabuk, lunak dalam cinta. Sehingga terbias segala cita, lahir segenap rindu, untuk melihat karamallahuwajhah, sucinya nur wajah Pencipta.

Wahai Tuhanku Rabbul izzati, datanglah kepadaku, mendekatlah dalam langkahku
ke marilah dalam kejaranku, aku merinduiMu
tambahkanlah ilmu ma'firahku tentangMu
pertemukanlah aku dengan mursyidMu
Rabbi yassir wala tuassir, rabbi tammim bil khair.

Dalam setiap sujud doanya berlagu tanpa henti. Dalam setiap langkah gegar jiwanya membara, memburu cinta Ilahi. Pejam celip matanya hanya ada Dia. Hembus sedut oksigennya hanya ada Dia. Dalam ingatan, rindu kian terbayang. Cita-cita suci kian memutik. Pertemukanlah dia denganNya. Amen.

0 comments:

Post a Comment