RSS
Ya Allah
Ya Rabbul Izzati
ketika hati ini kosong
Kau hadirkan insan pengubat rindu
ketika aku kata aku bersedia
Kau beri aku dia
ketika aku kata

Ya Allah, jika ini baik bagiku, 
dan agamaku
maka Engkau dekatkanlah
jika ini buruk bagiku dan agamaku
maka Engkau jauhkanlah ia dariku
dan jauhkan aku darinya

Ketika itu,
Engkau hadirkan rasa yang tak pernah aku tahu
Engkau hadirkan rindu yang tak semena dalam qalbu
ketika itu,
aku jadi keliru
aku jadi takut dengan diri sendiri
akukah manusia atau binatang durjana?

Aku binggung
wajarkah aku lari lagi
dan sembunyi di balik dunia?

Akhirnya aku sedar
larianku kali ini
sembunyiku kali ini
tidak sama dengan sembunyi lariku yang lalu
berlari dan sembunyi dengan segala lara
sepertimana Siti Zulaikha
yang hilang arahnya tanpa cinta
yang hilang dunianya kerana cinta.

Maka itu
aku kembali dan terima
bahawa ini fitrahku
yang perlu aku lalui
selama mana aku hidup
selama mana aku bergelar manusia
selama mana aku seorang perempuan
selagi itu aku punyai cinta.

Justeru aku berkata:
Ya Allah
jika ini yang Kau janjikan untukku
maka selamatkanlah jiwaku
selamatkanlah agamaku
selamatkanlah akidahku
dan selamatkanlah cintaku padaMu
agar aku menjadi abdi
yang tunduk dan syukur hanya padaMu.
(bantuilah aku dalam menjaga agamaku)

Aku takut ya Allah
menjadi gadis dengan perasaan itu
aku tidak mahu begitu!

Ketika itu
Kau berikan aku berita
Kau berikan aku khabar
bahawa siang yang panjang
akan menjadi malam yang pendek.

Ketika itu aku tahu
Engkau selalu ada bersamaku
Engkau selalu mendengar suaraku, rintihanku
kerana Engkau selalu memakbulkan resahku
kerana Engkau selalu membalut takutku
apabila aku selalu mahu bersama-Mu.

Maka itu
permudahkanlah urusan kami
jadikanlah dia jodohku dunia akhirat
agar aku menjadi bidadari di dunia
dan wanita syurga di akhirat sana.

Amin.
  • Sedang asyik membancuh air untuk berpuasa esok, tangan ligat memeriksa telefon. 
Zakirah, jom breakfast sama2 esok. (2.30 am)

Dalam hati, 
'hebat kawan aku yang seorang ni. 
Pukul 2.30 pagi pun tak tidur lagi.'

Alhamdulillah, 
aku hanya minta untuk menjadi seorang yang hebat
seorang hamba abdi yang total
tapi Allah berikan aku kawan2 yang hebat
insan2 pejuang
insan2 yang menginfakkan diri dalam jihad
untuk aku jadikan ikutan
Alhamdulillah, Terima Kasih Allah. (^_^) 

  • Sudu yang leka mengacau air terhenti sekejap. Lalu buku 'pengurusan harian' dibuka. Hari ini jadual dah penuh untuk menyiapkan tugasan yang tertunggak.
  • Namun, ajakan kawan, sukar ditolak. Kerana aku tahu, mereka ajak bukan sia-sia, mereka ajak dengan rasa rindu yang memenuhi dada, dengan rasa sayang yang tak tercurah, dengan rasa ingin berjumpa dan gelak bersama. Aku juga merindui mereka.
Cintailah mereka yang mencintaimu
kasihilah mereka yang mengasihimu
luangkanlah masa dengan mereka yang meluangkan masa denganmu

Dan...
rinduilah mereka yang merinduimu
(Sesungguhnya, nabi adalah insan yang sepanjang hidupnya merindui kita, umatnya yang tidak dapat hidup bersamanya, yang tidak dapat melihat wajahnya dan yang tidak dapat mendengar suaranya)

kerana mereka adalah orang-orang yang ikhlas dalam hidupmu.
  • Lalu jadual harian aku gubah. Mesej wasap itu, segera aku balas. "Jom2, nak breakfast kat mana la?" 
  • Rasa puas dan senyum. Status 8 bulan lagi sebelum meninggalkan maktab, sebelum meninggalkan kawan2, sebelum meninggalkan gerak kerja, sebelum meninggalkan adik2, dan.. sebelum melangkahkan kaki ke alam yang baru, perkahwinan. Insya-Allah. Moga Allah reda.
ilahi anta maqsudi waridoka mathlubi

Puisi Cinta Rabiatul Adawiyah

I
Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apapun terjadi
Tatkala terputus, ia sambung seperti mula
Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah dan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan yang tiada berpantai

II
Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
Bagi-Mu pujian untuk semua itu

III
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu
Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku, Engkau terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusian-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu

IV
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

V
Aku mengabdi kepada Tuhan
bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku pada-Nya
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
yang abadi padaku

VI
Alangkah buruknya,
Orang yang menyembah Allah
Lantaran mengharap surga
Dan ingin diselamatkan dari api neraka

Seandainya surga dan neraka tak ada
Apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?

Aku menyembah Allah
Lantaran mengharap ridha-Nya
Nikmat dan anugerah yang diberikan-Nya
Sudah cukup menggerakkan hatiku
Untuk menyembah-Mu

VII
Sulit menjelaskan apa hakikat cinta
Ia kerinduan dari gambaran perasaan
Hanya orang
yang merasakan dan mengetahui
Bagaimana mungkin
Engkau dapat menggambarkan
Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang
dari hadapan-Nya, walau ujudmu
Masih ada karena hatimu gembira yang
Membuat lidahmu kelu

VIII
Andai cintaku
Di sisimu sesuai dengan apa
Yang kulihat dalam mimpi
Berarti umurku telah terlewati
Tanpa sedikit pun memberi makna

IX
Tuhan, semua yang aku dengar
di alam raya ini, dari ciptaan-Mu
Kicauan burung, desiran dedaunan
Gemericik air pancuran
Senandung burung tekukur
Sepoian angin, gelegar guruh
Dan kilat yang berkejaran
Kini
Aku pahami sebagai pertanda
Atas keagungan-Mu
Sebagai saksi abadi, atas keesaan-Mu
dan
Sebagai kabar berita bagi manusia
Bahwa tak satu pun ada
Yang menandingi dan menyekutui-Mu

X
Bekalku memang masih sedikit
Sedang aku belum melihat tujuanku
Apakah aku meratapi nasibku
Karena bekalku yang masih kurang
Atau karena jauh di jalan yang ‘kan kutempuh
Apakah Engkau akan membakarku
O, tujuan hidupku
Di mana lagi tumpuan harapanku pada-Mu
Kepada siapa lagi aku mengadu?

XI
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa dengan-Mu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakan
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki

XII
Ya Tuhan, lenganku telah patah
Aku merasa penderitaan yang hebat atas segala
yang telah menimpaku
Aku akan menghadapi segala penderitaan itu dengan sabar
Namun aku masih bertanya-tanya
Dan mencari-cari jawabannya
Apakah Engkau ridha akan aku
Ya, Ya Allah
O Tuhan, inilah yang selalu mengganggu langit pikiranku

XIII
Ya Allah
Aku berlindung pada Engkau
Dari hal-hal yang memalingkan aku dari Engkau
Dan dari setiap hambatan
Yang akan menghalangi Engkau
Dari aku

XIV
Ya Illahi Rabbi
Malam telah berlalu
Dan siang datang menghampiri
Oh andaikan malam selalu datang
Tentu aku akan bahagia
Demi keagungan-Mu
Walau Kau tolak aku mengetuk pintu-Mu
Aku akan tetap menanti di depannya
Karena hatiku telah terpaut pada-Mu

XV
Tuhanku
Tenggelamkan diriku ke dalam lautan
Keikhlasan mencintai-M
Hingga tak ada sesuatu yang menyibukkanku
Selain berdzikir kepada-Mu

*****

Referensi:

Asfari MS dan Sukatno CR (Editor), Mahabbah Cinta Rabi’ah al-Adawiyah, Yayasan Bentang Budaya Yogyakarta, Cetakan Keempat Juni 1999.
Philip K. Hitti, History of The Arabs, PT Serambi Ilmu Semesta Jakarta, Cetakan Pertama Oktober 2008.
Andai di beri pilihan,
aku tidak  mahu  mengenalinya
Jika aku tahu begini hatiku
Takkan sekali-kali pintu ku buka.

Bertahanlah wahai hati
Ini jalan mujahadah
Jalan untuk kita ke syurga.

Hati memerlukan tarbiah
Agar ia kembali tenang
Agar ia kembali sujud
Dan khusyuk menghadap ilahi.

Pedulikan segala bisikan rindu
Yang sayup-sayup memanggilmu
Kerana ia tidak lain dan tidak bukan
Adalah hasutan syaitan yang direjam.

Jauhilah, tinggalkan
Segala perkara yang mendekatkanmu
Yang menyeru tingkahmu
Yang mengawal minda
Perangilah habis-habisan
Inilah jihadmu
Semoga mati nanti beroleh syahid.
Rindu,
ada orang melaluinya dengan sedih
Ada orang mendapatkannya dengan gembira
Ada orang perlu menahannya dalam hati
Ada orang melawannya dengan zikir.

Rindu
apabila diluah, memutik manis pada rasa
Apabila disimpan, bagaikan duri menusuk qalbu.

Rindu
Adalah anugerah Allah
Buat insan yang terpilih
Untuk diuji atau dikeji
Sama ada ke syurga atau neraka.

Rindu
Allahlah empunya rasa
Pemegang hati-hati manusia
Menciptakan rindu dalam jiwa:
Rindu pada kebenaran
Rindu pada tertegaknya, kalimah Allah di muka bumi
Itulah rindu yang akan membawa kita ke syurga
Rindu hakiki.

Aku merindukan mati
Untuk bertemu Tuhanku
Untuk bertemu Rasulku
Nantikan aku di pintu syurga
Sungguh aku tak sanggup
Untuk terus menjelajahi
Rimba duniawi.
  • Suatu ketika dahulu, aku sering tertanya, apa rasanya orang bercinta? Mengapa suka benar mereka dengan perasaan itu? Best sangat ke?
Sebenarnya tak best langsung!
cinta akan membuat kita teringat, terindu
akan seseorang yang tak halal untuk begitu.

Cinta manusia adalah cinta yang buang masa
boleh jadi ia adalah cinta binasa
pendek kata
cinta, adalah suatu penyeksaan.
  • Cinta manusia itu, nikmatnya sekejap sahaja, selebihnya adalah kebenggonggan belaka. (Kitab Uquludjain)
  • Teringat pula puisi 'Cinta' yang ditulis di laman ini juga pada tahun lepas; Cinta (klik di sini)
  • Walau bagaimanapun, hakikat cinta itu letaknya dihati. Hablunminallah wahablunminannas. 
Ada cinta yang tak dikata cinta
ada cinta yang tak dikata suka
ada cinta yang sekadar kenalan.
  • Namun pandanganku selalu berkata, apabila anak muda selalu membalas mesej, bertanya khabar dan berkongsi rasa, maka itu mereka bercinta.
  • Bercinta itu fitrah, dan fitrah itu tak jadi masalah. Yang jadi masalah ialah bagaimana kita menguruskan fitrah tersebut. (Fatimah Syarha)
  • Jangan sampai 'fitrah' berubah menjadi 'fitnah' (nauzubillahiminzalikh).
Perbanyakkan istighfar
Ingat Allah
Ingat Rasul
Baca sirah-sirah umat terdahulu
dan kita akan tahu erti cinta sebenar.

Cinta itu adalah nikmat
jika kita selalu beringat.
  • Asaimen datang lagi. (haiya, bila mahu nafas kalau ini macam kerja).
  • Aiyo, kerja melambak inipun, aku masih malas nak siapkan. Masih boleh tidur awal, masih boleh makan dengan kenyang? (dan tembam pun makin menjadi-jadi) Ish, tak boleh jadi ni.
Masa itu ibarat pedang
jika kita tidak memotongnya
nescaya ia akan memotong kita.
  • Siapkan satu satu tugasan. Jangan tunggu, jangan berlengah. Ingatlah bahawa malaikat maut selalu menjenguk kita, maka persiapkan diri, jangan ada yang berhutang tugasan. Selesaikan sebelum mati. Ok, arasso?
  • Sediakan kertas, sediakan pen. Tulis dan senaraikan semua tugasan dan potong tugasan yang telah siap. Be profesional,ok. "Sure you can do it, believe that".
Manusia tak lari daripada sifat leka
maka itu mereka alpa
manusia tak lari daripada sifat malas
maka itu mereka culas.

Tetapi manusia diberi kelebihan akal
boleh berfikir dan memilih.

Jom pilih peribadi yang positif
bina jati diri
pupuk integriti
jadi hamba yang abdi.
  1. Asaimen EDU
  2. Asaimen Budaya
  3. Asaimen Kajian Tindakan
  4. Asaimen sastera PPG - analisis cerpen Hallucination
  5. Asaimen sastera PPG - analisis cerpen Wasiat Orang Bangsawan
  6. Asaimen moral PPG - AIDS
  7. Asaimen moral PPG - UNESCO
  • Berani terima, berani tanggung. Moga Allah reda. Ilahi anta maqsudi waridoka mathlubi.
Ya Allah, berilah aku kekuatan
tiada dayaku melainkan dari-Mu
akulah khadam asaimen
untuk menjadi khadam ilahi
maka itu kurniakanlah aku ilmu
bukalah hijabku
aku ingin menemui-Mu.



  • Hujung minggu saat dinanti, munirah balik, adilah balik, ummi balik, safa balik, maziah balik, nadia balik. Semua sahabatku balik dari rumah sewa untuk menjayakan MBO.
  • Jangan ditanya berapa besar rinduku pada mereka, tak terkira betapa sepinya buat RPH seorang-seorang, bangun pagi seorang-seorang, pergi sekolah; dua orang la dengan partner (hehe)
Jika dulu, ketika kalian di sisi
hari-hari adalah bunga dandelion
arnab-arnab gebu berlari-lari
seperti di gunung-gunung rumput 
dan di balik awan kita ketawa girang.

Tanpa kalian
aku hanya menghadap kipas
berjenaka dengan lampu
bermain sorok di balik pintu
bosan dan tak best langsung.
  • Alhamdulillah, selesai MBO bersama adik-adik pimpinan yang baru. Jika dulu, hari-hari adalah menangis pilu, usaha buat program itu buat program ini, tetapi tiada sambutan. Kita pun kecewa, tetapi jihad tidak berhenti di situ. 
  • Program kita teruskan walau tiada sambutan, solat jemaah kita jalankan walaupun hanya imam dan bilal. 
Kerana kita yakin dengan janji Allah, 
kerana kita bukan pemula, 
bukan pula pengakhir, 
kita adalah rantai-rantai perjuangan.

Dan kini, Allah balas segala penat lelah kita
Allah hadiahkan kita adik-adik yang sudi berjuang
adik-adik yang faham perjuangan
Masya-Allah.
  • Adik-adik, melangkahlah dengan pasti, terobosi segala onak duri, buat generasi yang dinanti, tanpa takut dicaci, apalagi gentar dicaci.
Ke gunung sama kita daki
ke lurah sama kita turuni.

Yang berat sama kita pikul
yang ringan sama kita jinjing.

Gayung sudah di tangan
perahu sudah di air
apalagi yang ditunggu
Ayuh
mara ke depan.

Biar beribu musuh di hadapan
kita rempuh
bak badai menggila.

Kita genggam bara api sampai jadi arang
alang-alang celuk pekasam biar sampai ke pangkal lengan.
  • Kepada Afiqah dan Zulaikha, peganglah HELWI baik-baik, jadilah pemimpin yang memimpin anak buah. Jangan pandang berapa sikit tenaga kerja yang kita ada, walaupun hanya 6 orang yang tinggal, tak mustahil kita boleh tandingi 600 orang tenaga kerja. Insya-Allah, sirru ala barakatillah.
I will always be with you
comes to me whenever you need.
Saat kita berasa kecewa untuk hidup
Kaki terasa berat untuk melangkah
Malam gelita tak berbintang
Purnama menyala dilindung awan
Petir pun memekik memanggil hujan.

Ujian demi ujian tak pernah henti
Datangnya siang
datangnya malam silih berganti
Tahukah kita?
Saat itu, Allah sedang memerhati
Menanti rintihan doa
Menunggu luahan taubat
Pintalah apapun ketika itu
Pasti Dia makbulkan
Kerana Dia Tuhan kita
Kerana Dia sayangkan kita
Walupun acap kali Dia kita sisihkan.

Mawarku sayang
Sapulah air matamu
Tepuklah dadamu
Katakan,
Ilahi anta maqsudi waridoka mathlubi.

Jangan bersedih
Allah sentiasa bersama kita
Dalam setiap nafas dan dengupan jantung
Dalam saat dan minit
Ada Dia untuk kita.

Sudilah kiranya kita mengEsakanNya.
"Jika kamu tidak mahu menegakkan agama Allah, 
nescaya Allah akan gantikan dengan yang lebih baik daripada kamu
yang bersungguh-sungguh menegakkan agama-Nya
dan kamulah orang yang rugi"
  • Ini jalan jihad yang sangat aku yakin. Jalan yang ingin aku telusuri biar tidak dihampar dengan karpet merah, bahkan ditabur pula dengan duri dan besi, aku memilih jalan ini. 
  • Jalan ini, aku yang pilih, untuk syurgaku di sana.
Penyesalan yang tidak terkata
tidak tergambar dengan rasa
andainya masa dapat diundur
aku mahu bersama adik-adik petang tadi
mengemas dan menyusun atur surau
mengapa aku lupa?

Kerana mesej tidak sampai.
Rindu suasana gotong-royong itu
Rindu berkat 200%
  • Ini baru ujian praktikum, kita sudah leka dengan kerja, kita lupa pada gerak kerja, kita lupa dan lalai, kita alpa, kita pentingkan diri sendiri, kita pentingkan pointer, kita pentingkan kajian tindakan, kita pentingkan masa depan kita. 
  • Sedangkan hakikat masa depan kita adalah syurga, bukan dunia, kita memburu mardhatillah.
Ya Allah
jangan Kau cabut nikmat berada di atas jalan-Mu
jangan Kau persiakan masa yang berlalu
pandanglah aku
pandanglah aku
pandanglah aku ya Allah dengan pandangan kasihMu.
  • Dalam jiwa libang libu meninggalkan maktab yang tidak lama lagi, Allah gantikan dengan semangat adik-adik untuk bersama dalam gerak kerja. Haish, habuk apa ni masuk mata.
Terharunya ya Allah
Allahu ma ana
Allahu ma ana
Allahu ma ana... 
(T_T)

Keegoan Seorang Ibu Bapa

Sebelum kita keluar ke pejabat kita membebel pada anak kerana lambat bersiap

Sampai di sekolah anak maklumkan ada surat yang dia lupa berikan semalam. Lagi sekali anak dileteri.

Anak salam dan masuk ke kelas dengan keadaan emosi yang terguris.

Dah dua kali kena marah. Kalau tak bagitahu pasal surat tu pun takpe fikirnya. Buat kena marah je.

Seharian dia di sekolah bersama kawan-kawan dan guru. Bila habis sekolah, dia tinggal di taska atau rumah pengasuh. Sementara menunggu ibu dan ayah balik..

Bila matahari semakin hilang cahayanya, baru ibu dan ayah datang mrnjemput.

Dah 8/9 jam tak jumpa ibu ayahnya. Banyak yang dia nak kongsikan. Waktu ibu dan ayahnya sedang bercakap, waktu itu juga mereka excited nak cerita dan bertanya itu dan ini. Nak bagitahu cikgu puji dia pandai, nak bagitahu kawan puji kotak pensil yang ibu baru belikan

Tapi mereka dimarahi kerana dikatakan menyibuk waktu orang tua nak bercakap. Mereka menunduk dan masuk ke bilik. Bergurau pulak dengan adik-adik. Kecoh bunyinya. Tetiba wajah si ayah tersembul di muka pintu. Kena marah lagi sebab bising waktu ayah nak tengok berita. Ayah suruh baca buku.

Tengah-tengah belek buku, teringat lukisan cantik tadi. Berlari nak tunjuk kat ibu didapur. Tetiba terlanggar pulak bucu meja. Jatuh dan pecah berderai gelas atas meja. Sekali lagi anak ini dimarahi dan dileteri.

Dan anak ini akhirnya tidur dalam keadaan dia tertanya-tanya adakah ibu dan ayahnya menyayanginya atau tidak. Tiap hari, pasti ada saja salah dan silap mereka. Pasti ada yang tidak kena.

Itu senario yang selalu kita hadapi. Malahan saya sendiri mengalaminya. Sungguh tinggi ego kita. Sungguh kita sangat mementingkan diri.

Anak ini belum matang. Belum tahu berfikir seperti orang dewasa. Bila ibu dan ayah pulang mereka benar-benar ingin merasai kehadiran kita. Ingin dipeluk dan berkongsi cerita. Tapi apa yang mereka dapat???

Bila mereka besar dan lebih selesa berkongsi cerita dengan teman-teman, jangan kita persoalkan kenapa. Kerana waktu mereka ingin benar-benar berkongsi dengan kita, kita menafikan hak mereka.

Keegoan itu langsung tak menjadikan kita ibu bapa yang hebat.

Emosi dan amarah hanya mengundang salah tafsir si anak

Jika kita berasa penat dengan urusan kerja seharian, bagaimana pula dengan anak-anak? Jam 7.30 dah terpacak di sekolah. Pagi sekolah agama dan petangnya pula sekolah kebangsaan. Tidak penatkah mereka?

Kita keluar bekerja tanpa membawa beban berkilo. Tapi mereka bagaimana? Berat beg sekolah saja sudah 5 kg.

Ingatlah, anak itu satu anugerah. Bukan tempat melempias lelah.

* peringatan untuk diri sendiri dan semua. Manusia diisi dengan perkataan S.I.B.U.K
(mahfooz)

Kesaktian Kata; Baha Zain

Kata-kata lepas ke laut menjadi gelombang
lepas ke daratan menjadi gunung
lepas ke hutan, alam berubah menjadi
gurun,
kata-kata pada saat terpenjara di dalam
sukma,
manusia terasa kehilangan mentari dan
sinarnya,
tetapi, pada saat kata-kata bebas
meninggalkan hati nurani,
manusia mati, tertusuk belati tajam
daripada tangannya sendiri.

Wahai! Saudara-saudara yang mulia,
berwaspadalah dengan kata-kata,
supaya kita tidak membunuh diri,
dengan kata-kata sendiri.

Puitis itu bukan senang nak hadir
hanya ada untuk insan pemikir
perah keringat berpening sedikit
terkadang lena dibuai perit.
  • Allah, aku ingin menjadi penulis yang tajam penanya.
Kata sifu ku tatkala ditanya
mengapa sukar untuk ku cipta puitis dalam pena
maka katanya;
berkasihlah
nescaya engkau akan tahu apa itu puitis

Kini aku telah pun punya kasih
tetapi puitis itu masih tak hadir

Benarkah itu aku berkasih
mengapa tiada puitis?

Atau kasih itu belum sampai
untuk ku capai jiwa seni?
  • Hakikatnya, menulis bukanlah puitis. Dan puitis, bukanlah kasih. Its all about practice. Practice and practice. Come on girl, dont give up. Cayuk2.
Manusia mati meninggalkan nama
harimau mati meninggalkan belang
alang-alang nak mati
biar ditinggalkan tulisan
ditinggalkan ilmu
dan ditinggalkan janji
jom bertemu lagi di syurga.
  • Terkejut sekejap, kelas ke rimba ni. Sesiapa tolong bagitahu saya, ini kelas, INI KELAS.
Anak-anakku
mengapa begitu sekali aku kau perlakukan
cakapmu tiada henti
gerakmu, 
allah
sukar untukku kawal

Aku tenggelam dalam suara
murid tenggelam dalam hyper
ada yang bergaduh
ada yang bersembang
ada yang tak buat kerja
ada juga yang asyik ke tandas.

Rotan sebesar galah itu 
seperti tiada fungsi
meja kuketuk
sesekali terlepas juga ke kulit
namun semua itu
tiada kesan.
  • Fine. Its ok, just for my first class. Another day, is no way.
  • What should i do, ottoke. (#_#)
  • Just believe, one day, all of you will be soft to me (like soflan), all of you will give me your ear, give me your eyes, give me your mouth and give me your HEART. I will make sure that.
La takhaf wala tahzan innallaha ma ana
Allahu ma ana
Allahu ma ana
Allahu ma ana.

Ilahi anta maqsudi, waridoka mathlubi, ALLAH.
  • I can do it, believe that, i can do it. Just like driving. Kalau kelmarin 5 kali enjin mati kat round the board, tapi hari ni, i can drive it very smoft. I LIKE DRIVING. Alhamdulillah. 
  • So, its no wonder masalah murid ni boleh diatasi. Right? 
Practice makes perfect
practice makes experience
life is experiment
cayuk2.
Dalam arus metropolitan
Anak muda kian tercabar
Ia pun mencabar dan dicabar
Sehingga terlihat ia sebagai cabaran
Namun yang ingin dikupas
Hanya cabaran hati seketul daging
Tetapi kuasanya raja pemerintah agung.

(i)
Awak kat mana?
Awak tengah buat apa?
Awak.. awak..?

Remaja tenggelam dalam lautan rindu
Lemas dan karam
Tanpa siapa pun tahu.

(ii)
Setiap saat dan ketika
Wajahmu ada di mana mana
Senyumanmu
Lirikanmu
Gurauanmu
Sentiasa bergema.

Remaja kian hanyut
hanyut dan hanyut
Dek pengaruh ngeri
Dunia kiamat sebelum masanya.

(iii)
Alangkah indahnya
Jika rindu dan angau itu
Disalurkan khas kepada Allah dan Rasul
Hidup menjadi lebih terpandu
Menuju syahid syurga abadi.

Selamatkanlah anak muda!

Anak muda, jom pilih jalan selamat
Dengan jalan takrabu zina
Dengan jalan zikrullah.

Tambahkan ilmu,
Then say;
Selamat tinggal jahiliah
Babaiii..
sayonaraaa..

Anak muda,
Wake up!
Welcome to jannah.! (^_^)
  • Hari pertama praktikum, first time drive kereta dalam sesak, perjalanan 30 minit menjadi satu jam. Boleh dikira berapa kali enjin kereta tu mati kat round the board, mati tak mati, sampai juga ke sekolah. Alhamdulillah.
  • Kalut-kalut berpraktikum, Allah gerakkan hati, Allah kuatkan fizikal untuk ikut menguruskan kem mabani atau Mahasiswa rabbani kepada adik2 junior. 
Slot lakonan :
*Apabila disuruh berlakon, aku yakin adik-adik lelaki pastinya lebih bombastik, lawaknya lebih realistik. Insan berakal sembilan, maka penyampaiannya lebih gemilang.

Slot ust Fairuz :
*Ada orang merasakan bahagia bila banyak duit.
*Ada orang merasakan bahagia bila banyak buayafriends.
*Ada orang mencari kebahagiaan dengan menaiki roller coster, dengan main bunge.
*Tapi alangkah bahagianya kita duduk dalam masjid ingat pada Allah.
*Kebahagiaan itu ada dalam majlis ilmu.

  • Tujuan hidup kita adalah mati, untuk berjumpa Allah. 
  • Kalau kita ada pemikiran yang begitu, maka takkan ada yang sempat buat maksiat.
  • Hadirkan hati dalam majlis ilmu. Hadirkan nabi dalam segenap hidup. Rasakan nabi dalam diri.
  • "Kamu nak berbuah di dunia atau nak hidup bersama aku di syurga". Kata nabi kepada jizik yang menangis merindukan nabi.
  • Nafsu kita selalu berlawanan dengan perbuatan yang baik.
  • Refresh balik apa yang islam nak, bukan apa yang aku nak.
  • Nabi kekurangan kasih ibu, sebab itu baginda mengasihi mengasihi wanita.
  • Muslimat kena belajar, belajar dan belajar sehingga timbul rasa malu.
  • Dalam sehari, peruntukkan 5 minit untuk muhasabah diri.
  • Kita terlalu banyak gelak di dunia, sebab hati kita terlalu hitam.
  • Bangunlah daripada lena di dunia, dunia akan lenyap.